Kamis, 29 Desember 2022

My New Experience

 Hai semuanya, gimana nih kabar kalian semua? Semoga baik-baik saja yaa. Oh iya, aku sudah lama nih gak upload content di blogspotku. Karena ya aku disibukkan dengan aktivitas ku yang lain. Apalagi kalau bukan  kuliah hehe. Sekarang aku sudah bukan anak sekolahan lho, tetapi aku sekarang sudah jadi mahasiswa. Coba tebak deh aku mahasiswa mana hehe. Jadi pada kali content ini aku mau memberikan sedikit informasi nih tentang pengalaman aku ikut organisasi lhoo, dan di organisasi ini aku jadi content writer, tetapi khusus bahasa inggris. 

Dan berikut adalah beberapa materi atau content yang pernah aku buat. 

https://docs.google.com/document/d/1bLnnwSU-nKhdxWgDR0MZXQ5Ste3yJdhk/edit?usp=drivesdk&ouid=116110756422558594735&rtpof=true&sd=true.                                         

https://docs.google.com/document/d/1H-EgG-boh9fuMiF7SANPTAyVPRyN7Y3i/edit?usp=drivesdk&ouid=116110756422558594735&rtpof=true&sd=true.                                          

https://docs.google.com/document/d/1bQ65V4xhmaJQbQCL47-O6AgWH-zXhs4p/edit?usp=drivesdk&ouid=116110756422558594735&rtpof=true&sd=true.    

Itulah beberapa content yang pernah aku buat , semoga kalian suka yaa 🤗













Rabu, 02 Maret 2022

My first short story!!🤗

                           Meraih Mimpi

Sekitar pukul 02.18, aku terbangun dari mimpi indahku. Tapi masih ada ketakutan yang ada di dalam tubuhku sebelum aku memejamkam mata. Pada hari ini aku sedang mempersiapkan skripsiku. Di dalam mimpiku aku menemukan dan bertemu dengan seorang ibu. Ibu tersebut terlihat muda, matanya penuh dengan sinar dan bibirnya mengeluarkan senyuman yang indah. Berkaitan dengan ketakutanku aku terpikiran dengan salah satu kesenian daerah indonesia yakni tari kecak. Tari kecak sendiri berasal dari provinsi Bali. Aku merupakan salah satu mahasiswa jurusan seni tari di universitas dekat rumahku.

Aku bergegas dari kamar tidurku ke musala untuk melaksanakan salat subuh sembari berdoa kepada Tuhan agar aku dimudahkan dalam mempersiapkan skripsiku. Setelah itu aku beranjak menuju ke ruang belajarku untuk melanjutkan skripsiku. Lalu aku tak lupa untuk mengecek handphoneku sembari menunggu informasi baru dari dosen pemimbingku. Dan ternyata aku harus menunggu sekitar satu jam akhirnya ada informasi baru dari dosen pemimbingku.

  Sembari menunggu informasi baru dari dosen pemimbing, aku diingatkan oleh ayah dan ibuku untuk melakukan sarapan agar kuat dan tidak mudah sakit. Informasi dari dosen pemimbingku adalah sebagai tugas akhir kita disuruh menampilkan sebuah karya seni tari boleh tari modern ataupun tari tradisional. Setelah selesai sarapan, aku langsung bertanya ke temanku tentang tugas akhir ini. sudah dibagi ada delapan kelompok yang masing-masing anggotanya ada lima orang.

 Dan akhirnya ada satu anggota kelompok kami yang dengan cepat menemukan ide yang cukup kreatif dan cemerlang untuk melakukan tugas akhir ini. Ia memikirkan tarian yang berjudul tari campuran. Tarian ini merupakan tarian gabungan dari tari tradisional dan modern yang berisi cerita tentang penari yang kebingungan apakah mau terjun di tari tradisional atau di modern.

 Setelah kurang lebih sebulan latihan, akhirnya kami telah melakukan latihan dan siap untuk menampilkan tarian kami di depan dosen pemimbing. Setelah latihan, kita memikirkan baju ataupun aksesoris yang harus dipersiapkan untuk penampilan tari hasil kerja kami. Dan hari dan tanggal yang ditunggu-tunggu tiba. Kami sekelompok menampilkan hasil kerja keras kelompok kami setelah satu bulan lamanya. Karena ada delapan kelompok, diundi terlebih dahulu dan kelompok kami mendapatkan giliran kedua.

“Oke, kita mendapatkan nomor urut 2 jadi bisa lebih tenang.” ucap salah satu anggota kelompok kami.

“Iya, jadi sedikit tenang kitanya” jawab anggota kelompok kami yang lain.

 Setelah lima menit menunggu, akhirnya giliran kelompok kami menunjukkan tarian hasil kerja keras kami selama satu bulan. Kami pun dengan senang, riang, dan gembira menunujukkan tarian kreasi kami. Dan tak lamapun penampilan kita selesai. Kami pun sangat lega setelah nemampilkan tarian kami. Setelah kita tampil kita melihat hasil tari dari kelompok-kelompok lainnya, yang menurutku bagus-bagus juga aku rasa dosen pemimbingku bingung untuk memberikan nilai bagus ke kelompok mana.

 Aku dan kawan se-circleku yang berjumlah 6 orang memang memiliki keinginan yang sama yakni ingin melanjutkan pendidikan kesenian di negara Korea Selatan dengan harapan kita berenam bisa mendapatkan beasiswa. Mengapa Korea Selatan? Karena Korea Selatan terkenal dengan negara yang bisa mencetak penari-penari yang hebat. Karena menjadi seorang penari adalah salah satu impianku dari kecil. Walau sempat tidak direstui oleh ayah ibuku. Aku tetap berusaha agar ayah ibuku merestui dan akhirnya pun ayah ibuku merestui.

 Setelah tugas akhirku selesai, sidang skripsiku sudah selesai, aku tinggal menunggu konfirmasi wisuda dari universitasku. Sambil menunggu pelaksanaan wisudaku selesai aku ingin mengikuti kontes modeling yang ada di luar negeri. Karena mengingat selain sibuk kuliah aku juga memiliki kegiatan sebagai model dan tergabung di agency model sejak aku umur 16 tahun saat itu duduk di bangku kelas 1 SMA. Selama bergabung di agency model aku cukup sering mendapatkan pekerjaan sebagai model cover majalah. Aku juga pernah foto untuk suatu produk dan pernah berjalan di runway. Berjalan di runway rasanya sangat menyenangkan karena tidak semua orang bisa jalan di runway. Karena salah satu persyaratannya adalah harus memiliki tinggi badan minimal 175 cm. Aku yang memiiki tinggi badan 177 cm dapat dengan mudah memenuhi persyaratan untuk bisa berjalan di runway.

 Menjadi seorang model dan penari adalah dua pekerjaan yang kuinginkan sedari kecil. Memang tidak mudah menjadi seorang model dan penari walaupun kata orang kalau model dan penari adalah pekerjaan yang tidak menjanjikan tapi aku tidak memedulikan hal itu selama ayah ibu merestui, aku tenang aja. Karena yang utama adalah restu orang tua bukan restu orang lain.

 Setelah menunggu kurang lebih tiga bulan akhirnya aku diwisuda dan akan mendapatkan gelar S.Sn. Hari, tanggal,bulan, dan tahun yang ditunggu akhirnya tiba. Tibalah aku diwisuda dengan perasaan campur aduk. Akhirnya aku resmi medapatkan gelar S.Sn. dan aku lebih senang lagi karena aku menjadi mahasiswa berprestasi karena aku mendapatkan predikat cumlaude dengan IP 3,79. Alhamdulillah senang sekali rasanya.

 Gelar S.Sn ku telah kudapatkan. Setelah itu aku bingung mau mengikuti program beasiswa kuliah di Korea atau aku mengikuti kontes modeling yang di luar negeri. Akhirnya aku meminta saran ke orang tua tentang mana yang harus aku pilih. Tidak lupa aku berdoa kepada Tuhanku tentang mana yang lebih baik. Setelah meminta saran ke orangtua dan berdoa akhirnya aku menemukan jalan yang baik yakni aku harus memilih untuk mengikuti kontes modeling.

 Sambil menunggu informasi pendaftaran dari kontes modeling tersebut aku mempersiapkan banyak hal salah satunya mental karena disana harus kuat di rumah karantina selama 3 bulanan dan tidak boleh ada handphone. Sudah dipastikan akan bosan. Tidak hanya mental aku harus bisa tau pose-pose agar poseku tidak membosankan.

 ketika aku membuka instagram ku akhirnya aku mendapatkan informasi tersebut dan aku langsung mengisi semua formulir tersebut, dan tak lupa aku mengisinya dengan hati –hati agar tidak ada yang kurang dan salah. Dan salah satu persyaratannya adalah harus mengirimkan berupa foto comcard. Setelah formulir sudah diisi, foto comcard dikirim langsung men-submit semua berkas itu. Dan akhirnya aku menunggu email kabar aku dinyatakan lolos atau tidaknya. Yakin sih lolos tapi ada juga ketakutan . tapi yaudah deh bismillah aja aku lolos kalau gak lolos tidak masalah mungkin belum rejekiku.

 Hampir dua mingguan akhirnya aku mendapatkan email dan aku dinyatakan lolos. Senang sekali rasanya, akhirnya salah satu impianku terwujud. Semoga aku bisa menjadi pemenang di kompetisi ini. Tapi ketika aku tidak jadi juara setidaknya aku bisa masuk lima besar. Karena menurutku lolos lima besar cukup membanggakan untuk diriku dan orang tuaku.

 Tanggal kita harus di rumah karantina sudah ditentukan. Akhirnya aku bergegas untuk mengemas baju-baju dan kebutuhan lainnya. Tak lupa aku memesan tiket pesawat karena tidak ada kendaraan selain pesawat untuk menuju tempat karantina. Minggu ke minggu kulewati dengan perasaan lelah dan ada sedikit rasa ingin menyerah. Namun tak lupa aku salat dan mengaji karena dimanapun dan kapanpun kita sebagai umat muslim tidak boleh melupakan kewajiban kita. Tapi aku tidak boleh menyerah karena mengingat seorang model adalah salah satu impianku sejak kecil. Karena sedari kecil aku gemar berkecimpung di dunia seni.

 Minggu dan bulan pun berganti. Tak terasa aku berada di rumah karantina sudah sekitar dua bulan. Memang terasa lelah dan sedih hingga rasanya ingin menyerah, semua tercampur jadi satu. tapi tidak kusangka kontes modelingku tersisa enam model. Aku bersyukur kepada Allah SWT aku berhasil menjadi salah satu finalis kontes modeling tersebut dan aku menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Karena satu temanku dari Indonesia sudah pulang dan terhenti di episode 4 dan harus puas di posisi top 13 karena jumlah semua pesertanya adalah 16 peserta.

 Setelah satu temanku dari Indonesia pulang aku sedih merasa sendiri karena selama ada di karantina aku selalu bersamanya. Tapi akhir-akhir ini aku dekat dengan salah satu finalis dari negara Vietnam dan aku merasa nyaman dengan temanku dari Vietnam tersebut karena aku dan dia memiliki kesamaan yakni sama-sama lulusan sarjana seni.

 Enam besar persaingan semakin susah dan berat karena kita berenam sudah menunjukkan semangat kompetisi. Dan photoshoot challenge betul-betul susah minta ampun. Aku merasa senang di episode 6 besar ini karena photoshoot challenge adalah berfoto di tiang atau yang disebut dengan pole dance. Selama melakukan photoshoot challenge aku tidak mengalami kesulitan apapun aku benar- benar menikmati photoshoot challenge tersebut dan sampai salah satu dewan juri yang berada di lokasi photoshoot challenge memujiku. Aku merasa senang tapi aku tidak boleh merasa terlalu senang. Karena terlalu senang tidak baik. Bisa jadi ada model lain yang fotonya lebih bagus dariku.

 Di hari berikutnya merupakan episode eliminasi artinya salah satu dari kita berenam ada yang harus keluar dari kompetisi ini dan harus pulang ke negara mereka masing-masing. Tibalah aku dipanggil di depan juri untuk mendengarkan komentar darinya. Dan dari keempat dewan juri tersebut tidak ada yang berkomentar buruk terhadap fotoku. Mereka berempat berkomentar baik terhadap fotoku dan aku senang mendengar komentar itu.

 Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya dewan juri memutuskan bahwa aku yang menjadi best foto di challenge ini yang artinya aku menjadi finalis pertama yang masuk di babak lima besar dan aku menjadi best foto selama dua kali. Senang dan haru menjadi satu tapi aku tidak boleh lengah karena kelima lima besar dari kita sudah bagus-bagus dan semangat berkompetisinya juga bagus.

 Di lima besar ini persaingan bertambah susah. Challenge juga tidak mudah, tapi aku tidak boleh menyerah. Aku harus semangat dan tetap tenang agar aku bisa menjadi juara di kontes ini. Di lima besar ini challengenya adalah melakukan video iklan dari produk shampo yang sekaligus menjadi salah satu sponsor dari kontes ini. Di episode ini jujur aku mulai merasakah lelah dan perasaan ingin pulang semakin besar. Tapi aku berusaha untuk selalu menguatkan diri sendiri bahwa aku mampu dan bisa untuk menjadi pemenang di kontes ini.

 Tepat di lokasi challenge aku sudah merasakan ketakutan dan kebingungan. Aku bertanya kepada diriku sendiri apakah aku akan pulang dari kontes ini? Lalu aku yang sebelummnya selalu berusaha untuk menyemangati diri sendiri, pada challenge ini aku pasrah jika aku pulang tidak masalah karena mengingat aku memiliki impian ketika tidak berhasil menjadi juara setidaknya aku bisa sampai lima besar karena menjadi bagian dari lima besar kontes ini sudah cukup membanggakan diriku sendiri dan kedua orangtuaku.

 Dan benar saja. Mulai di lokasi challenge aku mendapatkan komentar buruk dan aku yakin bahwa aku pulang dari kontes ini. Detik ke detik menit ke menit, hingga tibalah waktu penjurian dan aku mendengar komentar buruk dari keempat dewan juri. Dan salah satu dewan juri mengucap bahwa aku menurun di challenge ini padahal minggu lalu aku mendapatkan best foto. Satu persatu model dipanggil dan memastikan dirinya untuk berada di episode empat besar tersisa aku dan satu finalis. Hatiku semakin berdebar dan aku siap jika ini pertemuan terakhir kalinya aku dikompetisi ini dan hasilnya.... ya benar sekali. Aku dinyatakan tidak lolos ke babak empat besar dan harus pulang ke negara tercintaku Indonesia.

 Ketika aku dinyatakan harus pulang ke Indonesia aku tidak mengeluarkan air mata sedikitpun karena aku tau ini akan men jadi pertemuan terakhirku dengan finalis dan dewan juri. Setelah itu aku bergegas untuk packing peralatan-peralatan yang kubawa selama ada di kontes ini. setelah mem-packing, aku lanjut bergegas menuju mobil yang dipersiapkan oleh panitia dari kompetisi ini. Aku langsung bergegas pulang ke Indonesia dengan naik pesawat terbang. Tak lupa aku memesan tiket pesawat dari Changi Airport ke Juanda Airport. Dan aku harus melaukan transit di Soekarno-Hatta Airport. Memang sangat melelahkan, tapi tidak masalah aku harus kuat.

 Karena Corona masih belum reda di Indonesia, aku diharuskan untuk melakukan karantina mandiri beberapa hari. Setelah aku tiba di bandara Soekarno-Hatta aku langsung bergegas untuk memesan hotel yang ada di dekat bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan karantina mandiri selama empat belas hari. Hari pertama, kedua, dan ketiga masih tidak masalah. Tapi ketika hari-hari terakhir, aku mulai merasakan kebosanan yang luar biasa. Dan untuk mengatasi kebosananku,aku memutuskan untuk menonton film dan membaca buku yang kubawa pada karantina kontes modeling dulu.

 Dua minggu telah berlalu, akhirnya aku bisa keluar dengan bebas. Tapi aku tidak langsung pulang ke Surabaya tapi aku telah diterima di salah satu agency yang ada di Jakarta. Agency di Jakarta ini berdirinya cukup lama dan di dalam agency tersebut ada model -model yang sudah memiliki nama. Lalu perlahan-lahan job model bermunculan.

 Mendapatkan gelar S.Sn dan menjadi seorang model adalah dua mimpiku sejak kecil dan sekarang di umurku yang menginjak dewasa yakni 24 tahun, dua mimpiku menjadi kenyataan dan aku berencana untuk melamar di kantor yang usahanya di bidang fashion memang gelar dan pekerjaan yang akan aku jalani tidak ada hubungannya sama sekali tapi aku tidak mempersalahkan itu. Kan di jaman sekarang banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan dikuliah dulu.

 Butuh kurang lebih dua minggu untuk menunggu hasil seleksi berkas dan wawancara akhirnya aku diterima di perusahaan tersebut dan diamanahi sebagai wakil pemasaran. Yang bertugas membantu ketua ketika ada pesanan masuk. Dan Alhamdulillah sampai sekarang kedua pekerjaanku berjalan dengan lancar. Di masa sibukku sebagai wakil pemasaran aku juga sering mendapatkan job di bidang modeling seperti foto untuk cover majalah, jalan di runway.

Dari hal-hal yang kualami,aku menyadari sesuatu. Janganlah kita takut untuk mencoba jika itu mimpimu pasti ada jalan untuk bisa sukses di mimpimu.